Profil Penulis

Foto saya
Mengapa saya menulis blog? Yah... semua saya lakukan karena tugas, that's all!

Kamis, 18 September 2008

telad lg..telad lagi..

19 september 2008.

haha.
malank ny nsib s'org dw.
tuk k6 x ny ia telambad lg.
hag.
gk skul lg.
mlah skrg lg ube.kmia.
nasib2.

tyap ari dbngunin 10 org,
dgn 50 mc..
25 sms..
'n alarm 3 buah..
pi gk kbngun jg..
"lebai!!"


haha...

Mw nnTooonn???

Rabu, 17 September 2008

Akhirnya...

Huff..... akhirnya....

bisa juga beranjak dari monitor.... huahuhuah~

asik lah tugas udah slese smuah....

tinggal tidur.... huhu.....

Friendships-Goodbye

One day.... I understand the meaning of "friends..."
a words that I hate used to be...
a words that I never believe...

but... a goddess tell me, the meaning of friendship...
we shared together, just like there's no tomorrow...
we look into the sky together... said
"Choose your stars, just pick one... and I will accompany you... we'll reach the stars together"
I wanna share my lungs... all the time... face the suns... (all the time - the SIGIT)

But...someday... I must understand...
Moon will fall, Stars will crashed each other....
Even the valkyrie's wings will be broken...
There's nothing gonna last forever...

Someday... I must face a bitter reality...
Even the goddess is crying...
"knowing I must say a farewell words to my friends... is the worst thing that I must do"

No... I can't reach the stars... I can't live forever...
Instead... I must struggle to understand the meaning of friends...
Try to be there, accompany it's every journey...
Try to understand each other, that someday we must say goodbye...

But... although I struggle with all my soul... I can't let you go...

I have you in my eyes...

Everytime I see you pass me by...

I have you in my tounge...

Everytime I speak you name in every prayers of mine...

I have you in my breathe...

Everytime your appearance embraces me...

I have you in my mind....

Everytime I wonder about you...

But... I don't have you in my Hands...

'coz when I hold you...

I just hold...

an empty air instead....


Puisi ini dikirim seseorang, ke gw.... orang yang sayang bgt ke gw... seseorang yang kangen bgt ma gw... yang jauh disana.... huhu....


Partai Politik dan Sistem Kepartaian

Partai politik memang sudah akrab ditelinga kita akhir-akhir ini, partai politik menjadi organisasi bagi orang yang memiliki ide dan tujuan yang sejalan, sehingga ide-ide mereka dapat dipadukan, dengan demikian, terpadunya ide-ide dari orang yang bertujuan sejalan, menjadikan mereka memiliki pengaruh lebih besar. Biasanya partai politik bertujuan dan berorientasikan untuk mendapatkan kekuasaan politik. Partai politik juga memiliki fungsi sebagai perhimpunan orang yang memiliki pikiran sejalan serta ingin ikut serta dalam pengelolaan negara, akan tetapi, secara lebih spesifik partai politik memiliki perbedaan fungsi dalam negara yang ideologinya berbeda.

Sebagai salah satu perbedaan fungsi yang mencolok, yang pada dasarnya sama namun berbeda dalam tindakan serta permaknaannya,antara negara demokrasi dan negara otoriter adalah dimana didalam negara demokrasi partai politik memiliki fungsi sebagai sarana komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat, partai politik menyuarakan aspirasi dari rakyat dan juga disisi lain sebagai “alat pendengar“ suara-suara dari pemerintah yang nantinya akan disalurkan ke masyarakat. Namun didalam negara otoriter, partai politik lebih mengedepankan fungsi sebagai sarana pendoktrin pemerintah kepada masyarakat, sehingga hanya terjadi arus komunikasi atas kebawah daripada timbal balik. Contoh lain perbedaan fungsi yang mendasar adalah dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana sosialisasi politik, didalam negara demokrasi, partai politik berperan sebagai alat untuk mensosialisasikan budaya politik negara dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan melalui berbagai cara. Namun didalam negara otoriter, partai politik lebih mengedepankan sosialisasi budaya dan pola pikir yang ditentukan oleh partai.

Dalam paragraf diatas sudah dibahas defenisi dan fungsi-fungsi partai dalam tiap negara yang berbeda ideologinya. Akan tetapi para ahli merasa perlu analisis ini ditambah dengan perilaku partai sebagai bagian dari sistem, serta interaksinya dengan unsur-unsur lain dalam sistem itu[1]. Hal ini dinamakan “sistem kepartaian“. Menurut Maurice Duverger dalam bukunya Political Parties mengemukakan klasifikasi menurut tiga kategori, yaitu sistem partai-tunggal, sistem dwi-partai, dan sistem multi-partai.

Sistem partai-tunggal, adalah suatu keadaan dimana suatu negara hanya memiliki satu partai ataupun suatu partai memiliki kedudukan dominan dan tidak diperbolehkan bersaing dengannya, sehingga partai-partai kecil harus menerima pimpinan dari partai besar, bahkan dalam beberapa kasus, oposisi dari partai dominan dianggap sebagai pengkhianatan.

Sistem dwi-partai, adalah dua partai yang berhasil memenangkan dua tempat teratas dalam pemilihan umum secara bergiliran. Dalam persaingan memenangkan pemilihan umum kedua partai berusaha mendapatkan dukungan dari pemilih yang ada ditengah-tengah partai.Sistem dwi-partai dapat dikatakan cocok apabila suatu negara memiliki beberapa syarat yaitu homogenitas penduduk, konsensus kuat masyarakat mengenai tujuan sosial dan politik, dan adanya koniniuitas sejarah.

Sistem multi-partai biasanya terjadi apabila banyaknya keanekaragaman budaya di suatu negara yang menyebabkan ikatan-ikatan dalam wadah yang sempit, sehingga sistem ini cocok pada negara dengan pluralitas budaya dibanding dwi-partai.



[1] Prof. Miriam Budiardjo Dasar-Dasar Ilmu Politik,hlm 415


Dikutip dari "Partai Politik dan Sistem Kepartaian" Paper Mahasiswa, Arie Setya

Rabu, 13 Agustus 2008

Wajar Dikdas 9 Tahun Tuntas Tahun Ini

Bogor, Senin (4 Februari 2008) Pemerintah menargetkan program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 Tahun tuntas pada tahun ini. Target tersebut bakal tercapai karena angka partisipasi kasar (APK) pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) hampir mencapai 95 persen.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengemukakan optimismenya bahwa Wajar Dikdas 9 Tahun akan tuntas pada tahun ini. "Sekarang sudah 92,52 persen. Kalau kita ukur pada Agustus 2008 bisa mencapai 95 persen, Wajar Dikdas tuntas 9 tahun pada tingkat nasional," kata Bambang usai membuka Rembuk Nasional Pendidikan di Pusdiklat Pegawai Sawangan, Bogor, Jawa Barat, Senin (4/2/2008).

Menurut Mendiknas, secara nasional sebetulnya cukup optimis target Wajar Dikdas 9 Tahun akan tercapai. Bahkan, ada provinsi yang sudah melampaui, seperti Provinsi DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto menyatakan, Wajar Dikdas 9 Tahun sudah tinggal sedikit lagi akan tuntas pada tahun ini karena sudah mencapai 92,52. "Kita hanya mempunyai pekerjaan rumah penuntasan 2,48 persen," ujar Suyanto dalam konferensi pers di Media Center Rembuk Nasional Pendidikan.

Suyanto menjelaskan, pada 2007 angka partisipasi kasar (APK) jenjang SMP yang mencapai 95 persen sebanyak 187 kabupaten dan 11 provinsi. Kemudian yang masuk kategori tuntas utama 90 hingga 95 persen sebanyak 56 kabupaten dan 4 provinsi. Sementara yang masih berjuang masuk kategori madya pratama karena APK-nya masih kurang dari 80 persen tahun 2007 masih ada 111 kabupaten/kota dan ada 7 provinsi.

Menurut Suyanto, kantong-kantong Wajar Dikdas itu harus dituntaskan. "Walaupun tinggal menuntaskan 2,48 %, itu justru yang paling susah karena anak-anak itu memiliki kendala yang luar biasa dilihat dari aspek kultural sosiologis, geografis, maupun ekonomi," ujar Suyanto.

Upaya untuk mengejar sisa pemenuhan target APK SMP sebanyak 2,42 persen dilakukan melalui advokasi, asistensi, dan penjelasan kepada masyarakat. Advokasi dengan menggunakan sarjana masuk ke desa dalam bentuk program kuliah kerja nyata (KKN). Selain itu, memanfaatkan darma wanita, PKK, dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Suyanto menegaskan, program Wajar Dikdas 9 Tahun tuntas tahun ini. Apalagi, beberapa pemerintah daerah merespon luar biasa Wajar Dikdas 9 Tahun. Lima provinsi dengan APK tertinggi adalah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Jawa Timur, dan Nanggroe Aceh Darussalam. Sementara lima provinsi dengan APK terendah adalah NTT, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Barat.

Kabupaten atau kota ini yang paling tinggi APK-nya adalah Kota Yogyakarta; Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Magelang (Jawa Tengah); Kota Cilegon (Banten), Kota Palopo (Sulawesi Selatan), Kota Jakarta Selatan, Kota Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Kota Bukittinggi (Sumatera Barat), Kota Padang Sidempuan (Sumatera Utara).

Sementara 10 kabupaten/kota yang terendah APK-nya adalah Kabupaten Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah); Kabupaten Sumba Barat (NTT); Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah); Teluk Bintuni, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo (Papua); Kabupaten Kaimana, Kabupaten Mappi (Papua Barat), Kab Raja Ampat (Papua Barat).

Beberapa peserta Rembuk Nasional Pendidikan memberikan pengalaman di daerahnya dalam menyukseskan Wajar Dikdas 9 Tahun. Rasiyo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menjelaskan APK SMP di Jawa Timur sudah mencapai 99,74 persen. Pada 2008 Jawa Timur merintis Wajar Dikdas 12 tahun. "Wajar Dikdas 12 Tahun ditujukan khususnya untuk keluarga miskin terlebih dahulu. Target dari Wajar Dikdas selama sepuluh tahun hingga 2018," kata Rasiyo.

Samsuri, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mengemukakan Wajar Dikdas 9 tahun sudah tercapai. "Pendidikan menjadi prioritas bagi Yogyakarta," kata Samsuri. Selain anggaran yang besar, pemerintah daerah Kota Yogyakarta berusaha meningkatkan jumlah perpustakaan dari 110 hingga 560 atau setiap RT akan memiliki perpustakan sendiri.***